Senin, 18 Oktober 2010

Romantika Aku yang Baru

Oleh: Kemala Pratiwi

Harum bunga, ramai memanja menundukkan cinta, aku berkata tak kuasa.
Biar lalu ku jaga padam padam api merah. agar tiadalah sumbat sumbat kecil merantaui hati lagi, seperti roman lama.
Aku tak mau menyuka perantauan lagi, seperti roman lama, cinta buta, katanya.
Aku tak mau lagi berlama lama dengan gurau senja. Jadi, tak patutlah kau bersangka yang tidak tidak.
Bukankah akhirnya aku berlutut juga?
Bukankah sudah ku katakan apa bedanya?
Maka, malam ini menjadi kesekian malam dari cinta yang tak kuasa ku hitung lagi. Dan aku nyatakan kembali.
Bahwa aku perduli. Akan pejam mu, duduk mu, dan seisi perut mu. Akan terang, itu kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar