Oleh: Kemala Pratiwi
Bila kampanye, aku datang
tengok sebagian dan sisi yang selama ini aku cari
tengok makin dalam
kemudian aku menemukan sepuhan biru, merah, hijau, kuning, terang, indah
Maka jadilah aku berlari
menebas angin pagi dengan sayap kanan ku
Melindas lawan lawan di hadapanku
melompati tiap anak tangga di muka mimpiku
terus
terus
terus berlari
Hingga langkah sampai di sebuah tempat
dimana mimpi mimpi kampanye semnagatiku
Namun, ah!
bahkan aku tak dapat bermimpi lagi walau telah sampai
seujung jaripun tak dihiraukan jejak lompatanku
hanya sejabat, sekilas, dingin bersenyum
Kemudian datang senja, sayapku mengapal
terpupuk dendam yang menebal
dendam dalam mimpi mimpi kampanye
Desember, 2009


Tidak ada komentar:
Posting Komentar