Oleh: Kemala Pratiwi
Yang tak mampu terseka
sebuah jerit tandus dalam kotak masa lalu
yang tak pernah terpahami olehmu
Juga yang tak dapat dicerna
gelombang dan suara gemuruh di ujung mata
tanda duka akan kaki yang tak mampu menopang keringat yang masih harus terus dicucurkan
Sepanjang jalan ini
tak kutegakan hatiku
untuk menitipkan sekelebat saja rasa kecewa akan langkahmu
Tak akan pernah sudi hati ini
untuk mengutuk-ngutuk engkau
walau hanya satu senti dari bibir
Karena "kita (amin)", kata yang sering kau ucapkan
saat kita memandang masa depan
masih panas membiru di hati
Bahkan sampai saat kau tarik senyumku
"kita (amin)" masih menyatu dalam cita
Dan raga yang pernah lelah
akan segera bangkit dalam dua detik senyum mu
Lalu, dengarlah
lagu indah yang tak bernada dan berlirik
yang pernah kita buat selama 13 bulan ini
Maka kita tak akan tenggelam dalam malam yang panjang
Februari 2011Memandang masa depan lagi :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar