Jumat, 12 November 2010

Doa Tentang realita

Oleh: Kemala Pratiwi


ada selinting kisah dalam pagi yang terusik gelap
ketika canda lepas sekencang kencangnya
dan kita tenggelam dalam senyum madu
ketika kemudian angin dingin melewati gigi gigi kita yang kering
kau mendekapku sehangat hangatnya
lalu ketika malam, kini terasa begitu cepat
kau atau mungkin kita
buru buru merangkak keluar
melewati satu satunya jalan di beceknya air mataku

baik sudah kau katakan segala untuk meyerok genangan itu
namun, belumlah lama teringat
detik detik di atas bimbang
detik ketika aku ditawarkan wewangian
sungguh menipu!

Namun, syukurnya, alangkah beruntungnya aku
ada disisimu di antara ragu
alangkah aku malu
akan diriku
berdiriku
dan seluruh derai sepagi ini

Maka, biarlah aku terus bertanya
akan cinta dan realita
masih, dalam kisah yang lebih nyata
masih kisahku di antara engaku dengan-Nya

Mei, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar