Senin, 29 November 2010

Mengenang Tuan

Oleh: Kemala Pratiwi


balas dengan budi
Bukannya memelas, namun jelaskah budimu tuan?
Baik buruknya tak ada perkara
Ku rencanakan hatiku untuk tuan, sampai minggu depan tanpa angan angan, karena tuan.

Ku terangkan pada teman, tuanku betahkanku, sampai hari ini masih merasa linu.
Makin kuat jika terbuka satu cerita yang berjudul palsu.

Apakah ini pada akhirnya?
Tak dinyana tuan hadir hanya untuk menamparku saja, kemudian kembali kepadanya.
Tak lagi terbayang, senyum itu entah lewat mana.
Hingga angin dan mendung memeluknya, hilang bersama hujan di soreku yang basah.

Oktober, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar