Senin, 29 November 2010

Seberat Nama

Oleh: Kemala Pratiwi


panjang, pada suatu siang aku mengais ngais keberuntunganku yang tak jua tersandang. Dan pada damai setitik, pada suatu siang, apakah salah bagiku untuk tak menjalani semua dibawah tekanan?
Ada lagi damai setitik, namun mimpilah sepagian.
Aku ingin berlari, sampai jauh tak terkendali, namun padamlah aku seketika.
Duhai mimpi, hendaklah aku bangun lagi terang menyapa. Tak baiklah aku terus berlari. Jika masih berderap derap, maka sampai matipun kaki, aku masih harus bertahan.
Duhai, tak sangguplah sekujur ini.
Sungguh berat nama ini, aku tak kuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar