Jumat, 24 Desember 2010

Senandung Hati Untuk Ibu

Oleh: Kemala Pratiwi


Ketika terik telah usai
terseka lembut lenguh keringatmu
meretas dinginnya siang yang angkuh
yang mengeringkan matamu yang suci
juga seluruh usahamu


Namun sedingin dinginnya siang,
malam,
maupun getir yang terpahat di jarimu
air matamu tetap tersimpan, lekat
derap amarahmu masih jauh terikat, kuat


Namun aku masih sekerdil laku ku
yang hanya meracau pada besarnya beban mulia mu
sungguh aku malu
pada denting waktu yang tak pernah usai 
pada tiap tetes air mata mu yang tetap tegak
dan pada sehalus keringatmu
yang selalu terasa manis dalam senyummu


Tak sepantasnya aku tak berlutut mengiba
tak sepantasnya hanya diam
maka, dengan seluruh cintaku, resahku dan titah Sang Maha
aku relakan hatiku
seringaian ku
dan seluruh ikhlas ku
untukmu, ridhomu, ibu.


22 Desember 2010


Selamat hari ibu, ibuku tersayang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar