Oleh : Kemala Pratiwi
meratap lagi
sedari malam terpejam
sambil diayunkan bulan
awalnya kecewa dan lemah dirasa
ketika ke kanan , seperti ku bersedih
bergoyang ke kiri seperti ada cerah
namun itu hanya jika ku bukan satu-satunya
aku yang sedari malam meratap
diayun-ayun bulan
sebentar lagi berubah-ubah
tersenyum syukur sambil ke kanan
menangis kecewa sambil ke kiri
mengharapkan perawan asli tanpa cacat
memimpikan sesosok perjaka
sesungguhnya tanpa borok di otaknya
hanya rasanya aku sendiri
ketika disini tak ada lain mengalami
Juni, 2009
meratap lagi
sedari malam terpejam
sambil diayunkan bulan
awalnya kecewa dan lemah dirasa
ketika ke kanan , seperti ku bersedih
bergoyang ke kiri seperti ada cerah
namun itu hanya jika ku bukan satu-satunya
aku yang sedari malam meratap
diayun-ayun bulan
sebentar lagi berubah-ubah
tersenyum syukur sambil ke kanan
menangis kecewa sambil ke kiri
mengharapkan perawan asli tanpa cacat
memimpikan sesosok perjaka
sesungguhnya tanpa borok di otaknya
hanya rasanya aku sendiri
ketika disini tak ada lain mengalami
Juni, 2009


Tidak ada komentar:
Posting Komentar