Senin, 07 Februari 2011

Bibir Yang Bungkam

Oleh: Kemala Pratiwi

lebam ini bukanlah yang mengutuk ku untuk pergi
masih dalam paham yang sangsi
aku berlagak seperti bakau yang tertabrak lelucon pasang surutnya ombak
mirisnya tak ku bayangkan sekecil kepala mu pun otakku kan membengkak

hai kau! orang yang hatinya tak tertekuk
yang perutnya tak bertuah
yang rambutnya kaku
sebatas apa kalian akan tumpangi jalan ku dengan kabut?

bukankah angin sudah menjauh ke timur?
mengapa tidak kau ikuti lajunya sendirian?
mengapa hanya bibirku saja yang kau bawa?
lalu aku hanya bungkam

sudah kesekian pasir ku hitung, namun lupa lagi
sudah ku kembalikan pada tepi yang akan menyeretnya kembali damai
namun aku masih harus menunggu, sebelum bibirku kembali
aku hanya bisa bungkam

Februari 2011
kotak yang membulat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar