Aku hanya bergetar melihat bayanganku di ambang pintu.
Separuh darinya menginginkanku kembali.
Namun, separuh lainnya berkata aku harus pergi.
Kemudian, ada yang jatuh dari mataku
saat melihatmu berdiri di ujung pintu,
menggenggamnya erat, perlahan menutupi bayanganku.
Ada yang tak mampu ku mengerti.
Pintu itu, dan kamu.
Tapi, aku masih tetap disini,
walau separuh bayanganku,
tak lagi mampu memanggilku untuk kembali.
Jogjakarta, November 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar