Sabtu, 24 November 2012

Hujan, Aku Rindu

Aku rindu genggam tangan pertamamu.
Malam itu hujan, rintiknya seperti malam ini, persis sekali.
Namun kita tak lagi seperti hujan yang kisahnya tetap sama,
saat itu dan saat ini.
Meski begitu, kamu hanyalah satu kisah untuk ku rindu,
bukan untuk ku jelang kembali.
Tugasku bukan untuk menyeka semua memori itu,
tetapi untuk menatanya di tempat yang dapat ku sentuh,
kapanpun ku rindu.
Kenangan di sepanjang jalan kotamu adalah hujanku,
yang tetap menjadi kisah kecil indah yang sama,
kini dan nanti.


Separuh bayanganku, hujanku, itu kamu :')


2 komentar:

  1. seperti saya berjumpa dengan seorang penulis syair atau puisi..

    BalasHapus