Rabu, 30 Januari 2013

Demi Sebuah Senyuman

Aku ingat saat kotak kenangan kecilku tak sengaja terbuka.
Dalam sekejap, hening memandangku lekat,
dan penat memelukku hangat.
Katakan, masih pantaskah aku bertanya akan ingatan itu?
Yang mungkin ada di mimpimu,
atau mungkin muncul hanya sekedarnya di lamunanmu.
Dan masih adakah cerita?
Yang dulu ku kira hanya sekedar mimpi,
kini menjelma sebagai ironi yang terus menerus menyeretku kembali.
Tapi kemudian, ada yang berbisik mengusik.
"Demi senyum yang memudar, aku ini berlian yang berpendar,
bukan tembok kekar hanya dijadikan tempat bersandar!
Seharusnya berlian itu mempunyai senyum yang membuatnya tetap bersinar,
tapi kau berhutang, karena telah membuatnya hilang.
Seharusnya sinar itu dapat kembali terpancar,
tapi ia telah lama tertutup dengan luka."
Lalu sekarang, kau seperti sedang mencuci tangan,
kau tahu, seperti mencari pembenaran
agar semua terasa lebih aman bagimu.
Jadi sekarang, dengarkan aku!
Demi senyum yang akan kembali ku rengkuh,
keraguanmu, keabu-abuan mu, semanis manisnya itu,
aku tak butuh.
Karena aku tak akan lagi jatuh ke dalam ingatan yang terlalu gaduh itu.

Tangerang, Januari 2013

Aku berdiri atas nama senyum di atas tangis!

1 komentar:

  1. Puisi diafan yang bagus!
    ░░░░░░░░░░░░▄▄
    ░░░░░░░░░░░█░░█
    ░░░░░░░░░░░█░░█
    ░░░░░░░░░░█░░░█
    ░░░░░░░░░█░░░░█
    ██████▄▄█░░░░░██████▄
    ▓▓▓▓▓▓█░░░░░░░░░░░░░░█
    ▓▓▓▓▓▓█░░░░░░░░░░░░░░█
    ▓▓▓▓▓▓█░░░░░░░░░░░░░░█
    ▓▓▓▓▓▓█░░░░░░░░░░░░░░█
    ▓▓▓▓▓▓█░░░░░░░░░░░░░░█
    ▓▓▓▓▓▓█████░░░░░░░░░██
    █████▀░░░░▀▀████████

    BalasHapus