Ku temukan
kebahagiaan di wajahku pada bola matamu. Ketika habis cahaya, dan rembulan
menjelma bayang bayang, kau mengingatkanku pada waktu yang bisa habis kapan
saja. Aku tak percaya.
Apa benar
waktu bisa memutuskan segalanya? Padahal manusia sendirilah yang menentukan
hidupnya. Lalu kau mengingatkanku bahwa kita tidak memiliki satu sama lain.
Tuhan-lah yang memiliki kita. Aku terdiam, ketakutan.
Kurasa itu
salah, ketika aku mencoba mencari jemarimu untuk berpegangan. Karena kau
mengingatkanku akan sepi yang menyelinap disela selanya. Dan mataku terpejam
gemetar.
Aku tak akan
pernah siap menyambut sepi. Tidak juga kau. Namun kau mengingatkanku untuk terus
hidup bersama diriku. Karena waktu yang Tuhan ciptakan, bukan untuk ditakutkan. Maka, tidurlah. Peluklah seribu aku dalam mimpimu, dan temui lagi aku
di ujung waktu.
Yogyakarta,
Januari 2015
Mengenang musim semi awal tahun lalu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar