Selasa, 29 April 2014

Romansa Abu Abu Dua Dimensi

Ada rahasia mungil dibalik renyah tawamu,
nama nama yang kamu sebut dalam mimpimu,
dan bayang bayang dibalik rambutmu yang wanginya bergelombang.

Aku tak pernah lupa mengingat cita cita kita
yang telah bisu dihantam waktu.
Seperti kamu yang tak pernah ragu
meyakini abu abu yang biasnya menghantuimu.

Mungkin karena kita tak pernah coba kenali lagi,
memori yang terlalu cepat melesat,
ketika namamu menyentuh namaku,
senyum lepas malammu yang kaku,
dan wajah wajah di sekililing kita yang membeku.

Dua puluh empat jam sekali setiap minggu,
kuhabiskan waktuku untuk tenggelam dalam romansa abu abu dua dimensi kita
yang tak kalah cantik dari kisah Romi dan Yuli.
Hingga malam habis,
hingga mataku dibasahi harapan yang mengering.

Seperti malam kemarin,
aku tak pernah lupa mengingat dingin matamu
yang menjelma menjadi ketakutanku akan masa lalu,
berulang kali menamparku,
menyadarkanku bahwa waktu kita telah berlalu.

Tangerang, April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar